Senin, 30 Mei 2011

Wujud Dari Kebudayaan Manusia

Jika kita mengamati seluruh kelompok manusia di muka bumi ini, tentunya kita dapatkan berbagai corak Kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan jika dipersempit untuk mengamati Negara kita saja Indonesia, tentunya kita dapat melihat banyak sekali perbedaan Kebudayaan di setiap daerah dari sabang sampai merauke (daerah barat sampai daerah timur Indonesia).
Jika kita telaah tentunya perbedaan Kebudayaan ini sangatlah wajar, karena perbedaan yang dimiliki oleh faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menyebabkan berbagai corak kebudayaan tersebut.
3 Wujud Kebudayaan menurut Dimensi :
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

o Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

o Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

o Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Hakekat Manusia

Dalam kamus bahasa indonesia hakikat adalah intisari atau dasar. Selain itu, hakikat juga memiliki arti sebagai kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya. Jadi dapat di katakan bahwa yang dimaksud dengan hakikat manusia adalah dasar atau kenyataan dari manusia itu sendiri yaitu :
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempumaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1) Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.

2) Perasaan estetis,yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan. Seseorang merasa senang apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila tidak indah.
3) Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Seseorang merasa senang apabila sesuatu itu balk, sebaliknya perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.
4) Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ia merasa rendah did (minder)
5) Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila orang berhasil, ia ikut senang, apabila orang gagal, memperoleh musibah, ia ikut sedih.
6) Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintah – Nya dan menjauhi larangan – Nya.

c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan tekologi mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.

Manusia dan Kehidupannya

Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur yang membangun manusia, namun dari sekian banyak unsur-unsur itu, di sederhanakan menjadi 2 klasifikasi. yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Ada dua pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1. Manusia itu terdiri atas empat unsur yang saling berkaitan
a. Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampak, dapat diliat, dapat difoto, dapat dilihat dan menempati ruang dan waktu
b. Hayat, yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
c. Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
d. Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan yaitu kesadaran akan diri sendiri
2. Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur :
a. Id yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
2. Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, berperan menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan udua tahun.
3. Superego merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan id dan ego, superego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.

Minggu, 27 Maret 2011

Sekilas Tentang Kebudayaan

Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993). Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Kebudayaan adalah tingkah laku atau kebiasaan dari sikap individu-individu yang ada di muka bumi ini. Setiap wilayah mempunyai suatu kebudayaan yang berbeda-beda. Mengapa??? Karna setiap wilayah mempunyai suatu kebiasaan atau perilaku yang tak sama pula. Biasanya kebudayaan di suatu wilayah tersebut mencerminkan sifat dan perilaku dari wilayah tersebut. Masyarakat yang kebudayaannya tinggi,biasanya kehidupan masyarakatnya tertata dengan baik.

Bila dicermati, pandangan masyarakat Indonesia tentang kebudayaan Indonesia, ada dua kelompok pandangan.

1. Kelompok pertama yang mengatakan kebudayaan Nasional Indonesia belum jelas, yang ada baru unsur pendukungnya yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan asing. Kebudayaan Indonesia itu sendiri sedang dalam proses pencarian.
2. Kelompok kedua yang mengatakan mengatakan Kebudayaan Nasional Indonesia sudah ada. pendukung kelompok ketiga ini antara lain adalah Sastrosupono. Sastrosupono. Sastrosupono. Sastrosupono mencontohkan, Pancasila, bahasa Indonesia, undang-undang dasar 1945, moderenisasi dan pembangunan (1982:68-72).

Situasi Budaya Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, semakin banyak kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh Negara tetangga kita sendiri yaitu Malaysia. Seperti tari reog ponorogo, dan yang baru akhir-akhir ini terjadi yaitu tari pendet yang diklaim juga oleh Malaysia. Hak paten atas kebudayaan dalam hal ini sangat berperan penting. Pemerintah baru menyadari akan perlunya hak paten tersebut setelah adanya klaim-mengklaim Malaysia terhadap Kebudayaan Indonesia.

Dibawah ini adalah cara-cara supaya kebudayaan kita tidak direbut atau diklaim lagi oleh Negara tetangga kita. Berikut rincian nya:
• Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
• Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
• Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
• Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
• Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia
• Pemerintah harus Menghak-patenkan kebudayaan-kebudayaan di Indonesia.

Demikian penjelasan singkat yang bisa saya berikan mengenai Kebudayaan. Semoga bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua. Maaf bila ada kesalahan dalam penulisan ini.

Sumber : http://dahlanforum.wordpress.com/2009/10/11/kebudayaan-nasional/

Minggu, 20 Februari 2011

Hubungan Individu dengan Masyarakat Dunia ( hub. Internasional )

Hub. Internasional pada hakekatnya dapat terwujud dalam berbagai jenis, antara lain:
• Hub. Individu, yaitu hubungan antar individu yg berbeda kewarganegaraan dan bertempat tinggal di negara yang berbeda pula.
• Hub. Antarkelompok, yaitu hubungan antar individu yang berkumpul menjadi satu dan mempunyai badan hukum. Misalnya, lembaga-lembaga sosial,keagamaan,ekonomi dan perdagangan.
• Hub. Antarnegara, yaitu hubungan yang biasanya berhubungan dengan kepentingan negara dan politik luarnegeri.
Faktor yang menyebabkan terjadinya kerja sama antar negara dalam bentuk hubungan internasional adalah:
1. Faktor Internal, kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya akibat adanya interversi atau ancaman dari negara lain.
2. Faktor Eksternal, karena suatu negara tidak dapat memerdekakan dirinya tanpa adanya pengakuan dari negara lain,dan juga suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain.
Setiap bangsa dan negara memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tidak sama. Ada yang berlimpah akan SDM dan SDA, dan ada yang berbanding terbalik dengan itu, hanya mempunyai sedikit SDM dan SDA. Kelebihan dan kekurangan suatu negaralah yang mewajibkan mereka melakukan hub. Internasional agar keadaan mereka menjadi seimbang. Negara industri/negara maju butuh negara berkembang untuk memasarkan hasil industri nya, dan sebaliknya mungkin negara maju mengambil bahan-bahan mentah yang nantinya akan menjadi sebuah produk yang ia pasarkan dari negara berkembang.dan negara berkembang juga membutuhkan tenaga ahli untuk membangun negaranya yang di ambil dari negara maju. Dengan begitu hub. Internasional mepunyai arti penting untuk suatu bangsa dan negara untuk kelangsungan hidupnya.

Tujuan hubungan dan kerjasama antar bangsa :
• Mamacu pertumbuhan ekonomi suatu negara
• Menumbuhkan rasa saling percaya pada suatu negara dan saling membantu dalam menciptakan perdamaian di dunia ini.
Dalam Hubungan Internasional ada yang namanya Perjanjian Internasional. Berikut adalah tahapan-tahapan Perjanjian Internasional dalam melakukan Hub.Internasional:
 PERUNDINGAN ( Negotiation )

Perundingan merupakan tahapan pertama dalam Perjanjian Internasional.pada tahap ini dilakukan pembicaraan agar tercapai kesepakatan.yang dapat bertindak sebagai wali nya adalah kepala negara/kepala pemerintahan, menteri luar negeri atau juga duta besar. Atau bisa juga di wakilkan dengan orang lain yang sudah mempunyai atau mendapat surat kuasa untuk melakukan suatu perundingan.

 PENANDATANGANAN ( Signature )

Selanjutnya ketika perundingan telah mencapai suatu kata kesepakatan,maka dilakukanlah penandatanganan hasil perjanjian tersebut. Biasanya penandatangan dilakukan olehmenteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Untuk perundingan yang bersifat multilateral, biasanya penandatanganan surat perjanjian akan dilakukan jika 2/3 suara peserta yang hadir dalam rapat tersebut memberikan suaranya.

 PENGESAHAN ( Ratification )

Ini dilakukan oleh kepala negara atau perwakilan rakyat untuk menyetujui isi dari perjanjian tersebut. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada kepala negara untuk meninjau kembali apakah negaranya dapat diikat oleh isi dari perjanjian tersebut.

Berikut adalah contoh dari hubungan internasional :
ASEAN
 Dasar-dasar didirikan ASEAN
1) Memikul tanggung jawab untuk memperkokoh stabilitas ekonomi dan sosial dikawasannya
2) Menjamin kemajuan ekonomi tiap-tiap negara anggota
3) Menjamin stabilitas dan keamanan dalam menghadapi campur tangan dari luar anggota
4) Memelihara kepentingan nasional tiap-tiap anggota.
 Tujuan ASEAN
1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan
2) Memelihara perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan mengormati keadilan dan tertib hukum
3) Meningkatkan penggunaan pertanian,industri,perdagangan,jasa dan meningkatkan taraf hidup anggotanya
4) Saling memberi bantuan dalam bentuk sarana latihan dan penelitian.
 Struktur ASEAN
1) Pertemuan para kepala pemerintahan ( summit meeting )
2) Sidang tahunan para menteri luar negeri
3) Sidang para menteri ekonomi
4) Sidang para menteri non ekonomi
5) Standing Committee
6) Komite-komite ASEAN.
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA ( PBB )
 Asas organisasi PBB
a) Berdasarkan persamaan kedaulatan daari semua anggotanya
b) Semua anggota harus memenuhi dengan ikhlas kewajiban-kewajiban mereka
c) Semua anggota harus menyelesaikan persengketaannya dengan cara damai
d) Semua anggota harus menjauhi penggunaan,ancaman atau kekerasan
 Tujuan PBB
a) Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
b) Mengembangkan hubungan persaudaraan antarbengsa
c) Menciptakan kerjasama dalam memecahkan masalah internasional
d) Menjadikan PBB sebagai pusat dalam mewujudkan tujuan bersama.
 Struktur PBB
a) Majelis Umum
b) Dewan Keamanan
c) Dewan Ekonomi dan Sosial
d) Dewan Perwalian
e) Mahkamah Internasional
f) Sekretariatan.

Demikianlah penjelasan singkat dari saya mengenai HUBUNGAN INDIVIDU dengan MASYARAKAT DUNIA ( HUB. INTERNASIONAL ).

SUMBER : PANDUAN BELAJAR PRIMAGAMA untuk kelas 12 IPA/IPS.

Selasa, 11 Januari 2011

Kegiatan Bakti Sosial

Kegiatan ini aku ikuti saat aku duduk di bangku SMA saat aku menjadi Bendahara OSIS.Kegiatan ini memang menjadi rutinitas tiap tahunnya di sekolahku.kebetulan pada tahun ini kegiatan ini dilakukan tidak jauh dari tempat sekolahku berada.

kegiatan yang biasa kami lakukan adalah membersihkan lingkungan tempat kami melakukan kegiatan ini,berbagi kasih dengan sedikit memberikan bantuan kepada mereka seperti memberikan pakaian bekas dan meberikan sedikit makanan.kebetulan tahun ini aku dan temanku kebagian mengurusi jatah konsumsi untuk warga sekitar sekolahku yang kurang mampu,maklum saja karena aku adalah Bendahara OSIS.

dalam membagi jatah konsumsi ini kami(aku dan temanku) sebenarnya tidak mengalami kendala yang berarti hanya saja,pada saat membuatnya kami sedikit mengalami masalah karena kami harus pintar-pintar mengatur uang yang harus kami keluarkan,tapi itu tidak terlalu berarti dan bisa kami kendalikan.

kegiatan ini tak kan pernah bisa dilupakan,karena senang rasnya bisa berbagi keceriaan dengan sesama yang sedang membutuhkan kita.

Dibalik “Liar”nya Anak Jalanan

Anak Jalanan adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan erat dengan keluarganya.

Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. Walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya.

Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan,penganiayaan,dan hilangnya kasih sayang sehingga meberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.

Anak jalanan pada hakikatnya tetaplah “anak-anak”,sama dengan anak-anak yang lainnya yang bukan anak jalanan. Mereka membutuhkan pendidikan. Anak jalanan masih berpeluang untuk mengubah nasibnya melalui belajar,karena itu perlu menggali sumber atau pendukung program. Agar anak-anak jalanan mau mengikuti program ,maka sumber belajar harus bersikap empati dan mampu meyakinkan kepada mereka,bahwa program pendidikan tersebut benar-benar mendukung pengembangan diri mereka.

Sumber: re-searchengines.com
www.resensi.net
id.wikipedia.org/wiki/Anak_jalanan